Sunday, 01 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Melemah, OPEC+ Siap Tambah Produksi November
Monday, 29 September 2025 07:12 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak turun di awal pekan karena ekspektasi bahwa OPEC+ akan menaikkan produksi lagi di bulan November memperburuk kekhawatiran akan kelebihan pasokan.

Brent turun di bawah $70 per barel pada hari Senin setelah naik 5,2% minggu lalu, sementara West Texas Intermediate diperdagangkan sekitar $65. Aliansi yang dipimpin oleh Arab Saudi sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi setidaknya sebesar kenaikan 137.000 barel per hari yang dijadwalkan bulan depan, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sedang menjalankan strategi untuk merebut kembali pangsa pasar, alih-alih peran mereka yang biasa dalam mengelola harga, dengan mengembalikan lapisan tambahan produksi yang menganggur.

Namun, harga minyak bertahan cukup baik, didukung oleh pembelian yang kuat dari Tiongkok. Namun, Badan Energi Internasional memproyeksikan kelebihan pasokan yang memecahkan rekor pada tahun 2026 karena OPEC+ terus menghidupkan kembali produksi dan pasokan dari para pesaing grup tersebut meningkat. Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan harga Brent akan turun ke pertengahan $50-an per barel tahun depan, meskipun ada penimbunan minyak mentah dari Tiongkok.

Untuk mendapatkan buletin Energy Daily Bloomberg di kotak masuk Anda, klik di sini.

Harga:

Brent untuk pengiriman November turun 1% menjadi $69,46 per barel pada pukul 7:29 pagi di Singapura.

WTI untuk pengiriman November turun 1,0% menjadi $65,04 per barel. (azf)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS